Gagasan
Sastra

Dialektika Kota dan Desa dalam Khazanah Sastra Kontemporer

Rabu, 1 Juli 2026
0 Kali Dilihat
wakil

Mengkaji kembali dikotomi romantisme desa dan kegelisahan kota dalam narasi fiksi Indonesia terkini.

Sastra Indonesia kerap menempatkan desa sebagai simbol ketenangan yang hilang dan kota sebagai kawah candradimuka yang penuh godaan. Namun, pengarang muda kini mulai mendobrak dikotomi sederhana tersebut.

Desa dalam fiksi modern tidak lagi disajikan secara naif, melainkan juga menyimpan konflik komodifikasi lahan dan perubahan budaya.

Dialektika ini memperkaya narasi fiksi nasional dengan sudut pandang yang lebih realistis dan berdimensi ganda.