Gagasan
Cerpen

Nyanyian Mangrove Terakhir di Ujung Kampung Pesisir

Minggu, 12 Juli 2026
0 Kali Dilihat
Sampul Artikel Kampus

Cerita pendek tentang perjuangan Kakek Jamak mempertahankan hutan bakau tua dari ancaman pembangunan pemukiman.

Kakek Jamak berdiri di atas sampan kayunya yang telah lapuk. Tangannya yang keriput memegang erat dayung, mengarungi alur sungai kecil yang dibentengi oleh akar-akar bakau raksasa.

"Pohon-pohon ini telah ada sebelum kampung ini berdiri," bisiknya kepada Rian, cucunya yang duduk di depan sampan. Pengembang swasta telah beberapa kali datang menawarkan ganti rugi tanah, namun Kakek Jamak selalu menggeleng tegas.

Bagi Kakek Jamak, mangrove bukan sekadar kayu dan tanah, melainkan rumah bagi burung-burung camar dan pelindung kampung dari amukan ombak laut selatan. Malam itu, saat angin barat berembus kencang, rimbun daun bakau menyanyikan tembang kesetiaan yang tak pernah pudar.